Minyak Kelapa Sawit: Dukungan atau Larangan?

Minyak Kelapa Sawit: Dukungan atau Larangan?

Selama bertahun-tahun, minyak kelapa sawit dianggap sebagai bahan yang kontroversial dan sebagian besar manfaatnya tetap tidak cukup dikenal khalayak. Namun, perubahan sikap Iceland Foods berkenaan larangan pemakaian minyak kelapa sawit lagi membawa dampak perbincangan berkenaan bahan yang satu ini. Sebenarnya, sanggup dibilang bahwa kemungkinan peritel dari Inggris Raya ini agak terlalu naif bersama melarang pemakaian bahan serbaguna ini.

Sebagaimana kami ketahui, rantai pasok condong rentan pada masalah atau disrupsi, baik yang disebabkan pandemi, konflik regional, ataupun perubahan iklim. Saat rantai pasok terganggu, customer yang bertanggung jawab harusnya sanggup beralih ke alternatif lain yang diproduksi secara berkelanjutan. Sayangnya, Iceland Foods lalai untuk berinvestasi pada minyak kelapa sawit yang telah memiliki sertifikasi berkelanjutan. Mereka mengkambinghitamkan komoditas ini dan saat ini terpaksa berada di posisi yang tidak cukup mengenakkan gara-gara “menarik lagi apa yang telah dikatakan” dan berbalik membantu minyak kelapa sawit karuniatinggiindonesia.com .

Sungguh ironis, sementara ini Iceland Foods terpaksa beralih ke minyak kelapa sawit bersama sertifikasi berkelanjutan supaya produk kentang goreng mereka sanggup bertahan. Minyak kelapa sawit kalau diproduksi secara berkelanjutan bukan cuma menjadi pilihan yang luar biasa bagi bumi, tapi juga berikan kegunaan kesehatan pada produk makanan Iceland Foods yang dikenal sebagai produk makanan yang cuma dikonsumsi sekali-kali.

Secara alamiah, minyak kelapa sawit adalah bahan makanan bebas lemak trans bersama persentase nutrisi yang sanggup mengurangi risiko berbagai penyakit. Minyak kelapa sawit dihasilkan dari buah pohon kelapa sawit yang membutuhkan jauh lebih sedikit lahan dibanding tanaman minyak nabati lainnya. Hasil produktivitas minyak ini juga jauh lebih tinggi untuk setiap unit lahannya, kalau dibandingkan bersama minyak nabati lainnya. Mungkin inilah saatnya bagi kami untuk merubah pandangan berkenaan komoditas ini dan memberinya status yang sesuai dan patut disandangnya.

Minyak kelapa sawit sebagai pilihan yang lebih menyehatkan
Minyak kelapa sawit memiliki sederet keunggulan, baik di dalam hal nutrisi dan kegunaan kesehatan. Minyak kelapa sawit adalah sumber yang kaya dapat beta-karoten dan mengandung tokoferol dan tokotrienol. Kandungan-kandungan ini adalah komponen mutlak di dalam Vitamin E yang berperan sebagai antioksidan untuk memperkuat proses kekebalan tubuh, mencegah penyakit jantung dan degenerasi saraf, serta turunkan risiko kanker.

Minyak nabati non-transgenik ini secara alami bersifat semi-padat pada suhu ruangan, supaya tidak membutuhkan hidrogenasi parsial (yang membawa dampak terbentuknya asam lemak trans) sebagaimana minyak bunga matahari atau minyak jagung di dalam pembuatan margarin. Inilah yang membawa dampak minyak kelapa sawit secara alami bebas lemak trans. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lemak trans atau asam lemak trans merupakan asam lemak tak jemu yang sanggup menambah risiko kematian sebesar 34% dari penyebab apa pun dan sebesar 21% dari penyakit jantung koroner. Mengutip Asosiasi Jantung Amerika (American Heart Association/AHA), lemak trans juga berkenaan bersama peningkatan risiko diabetes jenis 2.

Di Perusahaan, kami konsisten berusaha menghadirkan pilihan sehat yang bebas lemak trans. Departemen Downstream Research and Development yang berlokasi di Marunda bertanggung jawab menganalisa dan mengembangkan nutrisi dari produk pangan berbahan sawit. Saat ini, fokus departemen berikut adalah pembuatan bahan makanan yang lebih sehat bersama menghalau persentase asam lemak trans yang terbentuk di dalam proses produksinya.

Minyak kelapa sawit sebagai minyak nabati paling efisien di dunia
Diperkirakan pada tahun 2050 populasi manusia dapat raih 10 miliar dan semuanya membutuhkan bahan makanan. Untuk mencukupi keperluan pangan sebesar itu, kami tetap membutuhkan 200,25 juta ton minyak nabati. Lalu, dari mana minyak sebanyak itu diperoleh? Misalnya, terkecuali kami mengambil keputusan untuk mencukupi keperluan berikut bersama produksi minyak kedelai, maka lahan yang dibutuhkan adalah seluas 400 juta hektar. Sebaliknya, minyak kelapa sawit cuma membutuhkan lahan seluas 54 juta hektar untuk mencukupi tambahan keperluan pangan tersebut. Faktanya:

Untuk membuahkan 1 ton (T) minyak bunga matahari, kami membutuhkan lahan pertanian seluas 1,16 hektar (ha).
Untuk membuahkan 1 T minyak rapa, kami membutuhkan lahan pertanian seluas 1,26 ha.
Untuk membuahkan 1 T minyak kedelai, dibutuhkan lahan seluas 1,95 ha.
Minyak kelapa sawit cuma membutuhkan lahan seluas 0,32 ha untuk membuahkan minyak nabati di dalam kuantitas yang sama.
Dalam satu hektar, pohon kelapa sawit umumnya sanggup mencatat produktivitas panen lima kali lipat dibanding tanaman minyak nabati lainnya (dan juga paling sedikit membutuhkan pupuk serta pestisida). Inilah alasan mengapa minyak kelapa sawit merupakan minyak nabati paling efisien di dunia!

Saat ini, minyak kelapa sawit menyumbang 35% dari produksi minyak nabati dunia bersama pemakaian lahan cuma 8% dari keseluruhan luas lahan di dunia yang digunakan untuk budidaya tanaman penghasil minyak. Fakta ini menjadikan minyak kelapa sawit jauh lebih efisien di dalam pemakaian sumber daya lahan daripada minyak nabati lainnya. Beralih ke minyak kelapa sawit dapat mempunyai banyak perubahan besar bagi dunia, yang dewasa ini seringkali mengalami masalah berkenaan ketersediaan sumber daya layaknya lahan dan air.

Minyak kelapa sawit berkelanjutan dan bertanggung jawab
Proses produksi berkelanjutan menjamin aspek kepatuhan berkenaan lingkungan pada setiap tingkatan rantai pasok, serta meyakinkan customer bahwa produk akhir mereka sehat dan aman untuk dikonsumsi. Akan tetapi, di dalam pernyataan resminya baru-baru ini, Richard Walker dari Iceland Foods mengatakan tidak ada yang namanya minyak kelapa sawit yang diproduksi secara berkelanjutan. Kami menentang pernyataan tersebut. Selama sebagian dekade terakhir, Perusahaan telah bekerja keras untuk meyakinkan bahwa proses produksi kami berlangsung secara berkelanjutan. Mulai dari pengadaan benih secara berkelanjutan sampai metode budidaya yang tekankan perlindungan pada lingkungan hidup.

Kami tetap meyakinkan produk akhir Perusahaan dihasilkan secara bertanggung jawab dan tekankan pada pentingnya menjaga nilai ekologi dan melestarikan lingkungan. Sebagai perusahaan minyak kelapa sawit pertama di Indonesia yang menerapkan Kebijakan Tanpa Bakar (Zero Burning Policy) sejak 1997, kami telah berhasil menghapus penerapan metode pertanian tradisional tebang-bakar. Transparansi dan kemamputelusuran adalah elemen mutlak di dalam upaya keberlanjutan kami demi meyakinkan bahwa prinsip yang tercantum di atas kertas terlalu diterapkan di lapangan.

Kebijakan Sosial dan Lingkungan GAR (KSLG) yang diterbitkan pada tahun 2015 adalah perwujudan keyakinan kami bahwa perlindungan pada lingkungan, perkembangan ekonomi, dan pembangunan sosial sanggup dan sepatutnya berlangsung beriringan.

Perusahaan telah berperan aktif di dalam membantu desa dan masyarakat pedalaman serta menambah kualitas hidup mereka bersama mempermudah akses pada layanan kesehatan, penitipan anak, sekolah, dan lain-lain. Melalui perlindungan yang berkelanjutan pada pendidikan anak, peningkatan keterampilan perempuan, dan bimbingan metode perkebunan, kami berperan sebagai perusahaan yang bertanggung jawab pada desa-desa di lebih kurang area operasional, membantu upaya pemberantasan kemiskinan masyarakat pedalaman, serta mendorong pembangunan sosio-ekonomi.

Menanggapi perubahan sikap Iceland Food, Dirjen Dewan Minyak Kelapa Sawit Malaysia (MPOB) Datuk Ahmad Parveez Ghulam Kadir menggarisbawahi bahwa kalau perusahaan peritel berikut terlalu membantu upaya keberlanjutan lingkungan, mereka sebaiknya mendorong pemakaian minyak kelapa sawit bersertifikasi berkelanjutan daripada mencekalnya dari semua produk makanannya gara-gara larangan berikut tidak dapat merampungkan masalah.

Hal ini senada bersama pendapat kami. Kami butuh dukungan, bukan larangan. Konsumen kami belanja minyak kelapa sawit dari Perusahaan gara-gara mereka mendambakan ikut berinvestasi dan membantu upaya transformasi berkelanjutan di sektor tersebut. Sejatinya, terkecuali masyarakat tambah memahami berbagai kegunaan dari makanan yang diproduksi dari minyak kelapa sawit berkelanjutan, dapat ada lebih banyak kebaikan yang sanggup kami memberikan bagi manusia maupun bumi kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *